Prolactin

Ada beberapa tes hormon yang harus dilakukan apabila sang bayi yang dinanti tidak kunjung datang:

1. FSH (Follicle Stimulating Hormone)

2. Estradiol

3. Luteinizing hormone (LH)

4. Prolactin

5. Thyroid-stimulating hormone (TSH)

6. Progesterone

Di antara enam itu, saya baru tes yang nomor 4 aja. Sisanya…hmmmm, mungkin kalau dalam 3 bulan program belum sukses saya akan tes hormon-hormon lainnya.

Ngomong-ngomong untuk tes prolactin saya tidak lulus T_T. Prolactin adalah hormon yang fungsinya untuk menstimulasi produksi ASI pada perempuan. Pada perempuan yang normal, hormon ini baru meningkat setelah kehamilan terjadi. Nah, masalahnya, kalau tingkat prolactin kita sudah meningkat duluan sebelum hamil, hormon ini akan menghambat terjadinya kehamilan.

Setelah menerima hasil tes, saya bertanya ke beberapa saudara saya yang kebetulan berprofesi sebagai dokter di tempat dan waktu yang terpisah, apakahada obat yang dapat menurunkan level prolactin? Semuanya menjawab: ada. Tapi………….itu sebenarnya obat untuk parkinson. Hahhh?!!!

Terus ada efek sampingnya ga kalau diminum sama orang sehat wal afiat ga punya penyakit parkinson? Hmmmmm, yah paling tremor sama halusinasi. Idih males.

Saya sempet putus asa waktu itu. Masa sih untuk bisa hamil saya musti tremor dan berhalusinasi dulu? Rasanya badan ini sehat-sehat aja, masa untuk program hamil malah dibuat sakit? Mending kalau memang dengan obat itu masalah jadi bisa teratasi, nah kalau malah muncul masalah baru yang akan berpengaruh kepada kandungan juga? Minum decolgen atau panadol untuk flu aja saya ogah apalagi minum obat parkinson.

Akhirnya saya mulai googling sini sana, dan akhirnya ketemu di salah satu website, bahwa untuk menurunkan prolactin ada beberapa cara aman yang bisa ditempuh. Di dua buku acuan saya juga dibahas mengenai hiper-prolactin ini dan cara-cara mengatasinya. Ngomong-ngomong, saya bersyukur sekali menemukan dua buku ini karena saya bisa belajar lebih kritis menelaah sendiri masalah tanpa langsung terjebak bahwa untuk bisa hamil harus digunakan obat-obat kimia atau cara-cara invasive yang tidak nyaman dan beresiko tinggi. Kalaupun pada akhirnya kehamilan belum datang juga, saya tetap tidak khawatir bahwa program ini akan membahayakan kesehatan saya dan bahkan meningkatkannya.

Balik lagi ke prolactin, tips-tips untuk menurunkannya:

1. Stress management

Ternyata prolactin akan naik apabila pikiran kita selalu stress dan cemas. Jadi, cara utama untuk menurunkannya adalah dengan belajar mengatasi stress tersebut. Bukan menghindari tentunya, karena masalah akan selalu ada. Menghindari masalah malahan akan membuat sumber stress yang baru pastinya🙂.

2. Vitex Agnus Castus

Nah ini dia suplemen favorit saya. Waktu saya menemukan bahwa herbal ini bisa membantu menurunkan prolactin, rasanya seneeeeeeeeng banget, karena saya ga usah terpaksa minum obat parkinson. Amit amiiiiiit.

Yang saya tahu ada beberapa merk suplemen yang memproduksi suplemen Vitex ini. Masalahnya mencarinya di Indonesia susaaaaaah banget. Untuk mendapatkannya, saya harus beli online dari Australia, jadi kalau ditambah ongkir dan bea cukai, harganya jadi relatif mahal. Biarpun memang worth-it loh, karena setelah rutin minum ini keluhan PMS jadi ga ada lagi. Catatannya, Vitex tidak bisa bekerja instan, katanya efeknya baru terasa setelah 3-6 bulan pemakaian rutin. Karena harganya yang mahal dan harus kirim dari Aussie itu saya sempat stop mengkonsumsi suplemen ini. Tapi sekarang, karena saya berencana untuk serius program sampai minimal 6 bulan ke depan, mau mahal dan jauh pun Vitex kan kucari deh.

Oia, ada yang pernah dengar obat herbal untuk menstruasi produksi lokal merk Mensana ga? Itu mengandung Vitex juga, tapi kandungannya sedikit, cuma 200 mg. Dari yang saya baca, untuk mendapatkan hasil maksimal, kita harus mengkonsumsi vitex 1000-1200 mg per hari. Lagian, saya juga kurang yakin kandungan lain dari Mensana, apakah bisa membantu meningkatkan fertilitas, atau malah menghambatnya.

3. Vitamin B, magnesium, zinc

Di antara makanan yang mengandung vitamin B, magnesium dan zinc:

  • Telur
  • Whole grains
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Tiram dan udang
  • Ikan
  • Daging rendah lemak, ayam, bebek
  • Sayuran berdaun hijau, terutama bayam
  • Kelp
  • Tahu
  • Bekatul
  • Pisang
  • Alpukat
  • Nasi merah
  • Susu
  • Asparagus
  • Broccoli
  • Hati
  • Ubi jalar
  • Strawberry
  • Kacang mede

4. Perbaiki cara makan

Makan minum dengan duduk, tidak sambil berdiri apalagi berjalan. Menguyah makanan pelan-pelan. Mengubah jam makan menjadi lebih sering dengan porsi-porsi kecil. Semua ini bisa membantu tubuh kita mencerna nutrisi dengan lebih sempurna, dan secara tidak sadar menurunkan stress juga.

5. Akupuntur atau pijat refleksi di titik-titik yang bisa menurunkan kadar prolaktin.

6. Berhenti merokok dan minum alkohol.

Alhamdulillah saya memang tidak pernah mendekati dua benda itu, begitupun suami.

Kalau ada yang tahu di mana bisa mendapatkan suplemen Vitex dengan harga reasonable di Indonesia, silakan kontak saya, oke?

2 thoughts on “Prolactin

  1. Fows

    Haaiii, saya dpt info katanya di Web programhamil.web.id juas vitex ( chasteberry). Saya belom order seh, tp dr reviewnya kayanya ok. Btw, vitex yg anda konsumsi merk apa? Fyi, saya jg prolactin nya tinggi sekali, waktunitu dikasi cripsa untuk turunin, emang berhasil turun, tp itu sejenis hormon juga n muahaaallllllnya ga kuku… Heheheeee.. Smoga dgn vitex berhasil yaa. Ohya, kl boleh tau, selama prolactin kamu tinggi, bisa mens ga ?? Tq, ohya salam kenal ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s