Bulan 1 – Failed

Menghela nafas.

Akhirnya di hari ke-26 ini saya ‘dapet’ lagi😦.

Sedih pastinya. Jujur aja kayanya saya ga pernah bisa menerima ini dengan gampang deh. Biarpun Allah SWT juga memberi saya banyak kelapangan rejeki untuk hal lain yang harus sangat amat disyukuri, tapi…tetep ga pernah gampang untuk bisa menerima kenyataan bahwa saya belum diberi rejeki kehamilan sampai hari ini.

Di hari-hari pertama mens seperti ini, rasanya saya cuma ingin diam di kamar, ga berhubungan sama siapa-siapa, dan ga memikirkan apa-apa. Sayangnya hari ini ga bisa seleluasa itu. Sempet bete dan menyerempet mengeluh karena harus menjalani hari di saat-saat ingin ga ngapa-ngapain, apalagi membayangkan harus memulai lagi semua program dari awal. Memikirkan apa yang salah dari program selama 26 hari lalu, apa yang kurang, apa yang belum diterapkan, kenapa begini dan kenapa begitu, semua campur jadi satu dengan urusan pekerjaan dan urusan lain-lain yang harus dibereskan.

Begitu sampai rumah dan istirahat, semuanya kerasa lebih baik. Saya bisa berfikir lebih jernih dan mencoba mensyukuri ‘prestasi-prestasi’ yang sudah diraih sejak program hamil ini pertama dimulai. Bulan-bulan sebelumnya, biasanya begitu mens datang, saya selalu patah semangat dan ga ingin melanjutkan program apa-apa lagi. Begitu ‘dapet’ langsung deh semua aturan program dilanggar, makan makanan dingin lah, makan manis, makan cemilan ga sehat dsb. Tapi sekarang saya berniat untuk terus konsisten, minimal untuk 5 bulan ke depan. Mulai sekarang saya ga akan kalah cuma karena kebetean. Lagian, saya masih ‘dapet’ secara teratur pun harus disyukuri karena siklus saya berarti masih normal.

Ada  beberapa perubahan yang saya rasakan dan lumayan memotivasi untuk terus konsisten menjalankan program hamil ini:

– Badan saya ga terasa dingin lagi. Biasanya menjelang menstruasi, terasa sekali suhu tubuh turun drastis biarpun ga diukur dengan termometer. Sebelumnya, telapak kaki dan perut bagian bawah selalu terasa dingin dibanding bagian tubuh lainnya, sekarang engga tuh, hangat dan nyaman.

– Menstruasi datang minus PMS. Beberapa hari sebelum ini, saya ga merasa moodswing, pencernaan baik-baik saja, dan ga ada flek-flek yang muncul beberapa hari sebelum menstruasi dimulai.

– Sebulan ke belakang saya ga mengalami sembelit sama sekali satu hari pun. Ini untuk saya adalah prestasi yang luar biasa loh…

Program yang dilakukan pada saat menstruasi datang adalah: ga memikirkan program sama sekali. Minimal 3 hari kita diharapkan untuk sebisa mungkin beristirahat dan ga terlalu memforsir tubuh. Ibaratnya, fase ini adalah fase untuk mengumpulkan modal supaya kita punya energi yang cukup untuk fase-fase selanjutnya. Olahraga tidak disarankan, konsumsi herbal-herbal pun diistirahatkan dulu. Paling yang saya minum cuma ‘suplemen’ standar seperti minyak ikan dkk.

Biarpun sebetulnya ga disarankan untuk memikirkan program hamil, tapi ada beberapa rencana yang sudah saya catat untuk agenda bulan depan:

– Lebih serius mencatat BBT. Saya curiga BBT chart bulan ini kurang akurat karena saya memakai dua termometer yang berbeda untuk mencatatnya. Belakangan saya baru tahu kalau ada perbedaan hasil pengukuran dua termometer ini yang lumayan signifikan. Yeeeh, ga valid dong. Terus, saya juga berniat untuk lebih disiplin mencatatnya dengan jumlah jam tidur dan waktu bangun yang ga terlalu jauh beda supaya hasilnya lebih akurat.

– Lebih serius mengatur pola makan, terutama makan siang.

– Mengurangi interaksi dengan facebook. Karena apa? Karena isi facebook saya cuma teman-teman yang mengupload foto-foto bayinya melulu.

Yeah I’m jealous. So sue me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s