Madu, To Eat or Not To Eat?

Kalau ada jenis makanan yang wajib saya makan setiap hari, jawabannya bukan nasi, kaya kebanyakan jawaban orang berperut melayu lainnya (biarpun emang bener, rasanya kalau makan ga pakai nasi sama aja kaya ga makan ;P), tapi: MADU.

Mungkin udah satu setengah tahun ini, ga ada hari yang dilewati tanpa minum madu. Awalnya karena pekerjaan lagi banyak-banyaknya, dan ingin mengurangi konsumsi gula, jadilah madu doping sehari-hari dan memang terbukti ampuh. Ada loh triknya minum madu supaya khasiat madu cepat terasa. Caranya, madu dicampur segelas air, trus diaduk berlawanan arah jarum jam. Harus berlawanan jarum jam ngaduknya? Coba aja! Yang saya rasakan sih badan jadi fit banget, truuuus kulit jadi lentur dan halus. Nah nah…tertarik kan?😉

Kata orang, madu juga sangat bagus untuk meningkatkan kesuburan. Tapiiiii ternyata setelah baca buku Infertility Cure, katanya saya ga boleh makan yang manis-manis….termasuk madu. Ahhhh masa sih? Setelah me-review program bulan lalu saya jadi pikir-pikir lagi, apa memang saya harus berhenti minum madu ya? Jangan-jangan selama ini program hamilnya ga berhasil terus karena kebanyakan minum madu. Dan akhirnya bener deh saya coba stop total mengkonsumsi madu. Hasilnya setelah beberapa hari? Ga sukaaaa….Badan jadi gampang capek dan kulit jadi ga sehalus sebelumnya …:'(. Btw kayanya kulit saya memang bagus dijadikan parameter apakah saya cocok mengkonsumsi sesuatu atau engga. Karena, kalau pola makan saya sehat, kulit saya pun terlihat lebih sehat, sebaliknya, kalau terkena makanan/ zat-zat toxic lainnya, bereaksinya pun sangat cepat.

Wah dilema dilema? Sekarang saya ambil jalan tengah aja deh. Madu tetap diminum, gimana dong, udah terlanjur kecanduan soalnya. Tapiiii, komprominya, dosisnya saya batasi jadi cuma 3 sendok makan aja per hari. Hihihi emang sebelumnya segimana banyak minum madunya? Banyak banget!Di rumah, madu satu liter bisa habis sekitar 10 hari-2 minggu. Minum teh pakai madu, pengen ngemil minum madu, masak gulanya diganti madu. Yah itung-itung karena dosisnya dikurangi jadi sekalian penghematan deh.

Selain itu, saya sekarang mencoba untuk lebih serius mengurangi makanan manis atau makanan yang direspon sebagai makanan manis oleh tubuh. Nasi putih, contohnya, cuma dimakan pada saat makan siang atau sedikiiit waktu makan malam. Kan udah ada bekatul -untuk pengganti nasi- yang mengenyangkan juga kok.

Hasilnya? Ya blom tau…Tunggu akhir bulan  siklus ini ya. Wish me luck! Tapi kalau blom hamil juga, saya tetap ga akan menghilangkan madu dari daftar makanan sehari-hari saya. No way, I love it too much.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s