Sami S. David MD

Sami S. David MD bersama rekannya Jill Blakeway, LAc adalah penulis buku Making Babies, salah satu buku acuan saya untuk meracik program hamil sendiri. Beliau juga adalah dokter kandungan dengan spesialisasi infertility yang berdomisili di New York. Bukan cuma itu, beliau adalah dokter kandungan pertama yang berhasil melakukan IVF (In Vitro Fertilization) atau bayi tabung. Tapi, di bukunya Sami sangat memfokuskan dan menyarankan untuk mereka yang ingin memiliki keturunan untuk sebisa mungkin melakukan program hamil secara alami daripada bergantung kepada industri kedokteran. Kenapa?

Pertama, dia, sebagai dokter dan manusia biasa, merasa tidak nyaman dan ‘tidak benar’ melakukan IVF yang ia sebut seakan-akan ‘playing God’. Dia juga menekankan bahwa program kehamilan hi-tech (termasuk penggunaan obat-obat kesuburan) memiliki banyak resiko, baik yang terprediksi atau tidak. Harus diingat, penerapan teknologi dalam membantu seseorang memiliki kesuburan, masih berumur cukup muda. Biarpun sudah banyak yang berhasil memiliki keturunan dengan cara itu, efek samping jangka panjangnya belum benar-benar teruji. Dan yang terakhir, menurut pengakuannya (yang diceritakannya panjang lebar di buku ini), banyak pasiennya yang berhasil hamil setelah sekian lama mencoba, hanya dengan treatment-treatment sederhana, seperti mengubah kebiasaan, mengubah gaya hidup, mengubah diet, meminum suplemen dan sebagainya.

Sami mengakui bahwa seiring dengan berkembangnya teknologi kedokteran, dunia kedokteran telah berubah menjadi industri, apalagi untuk masalah infertility yang merupakan lahan basah karena pasiennya cenderung ‘gelap’, bersedia melakukan apa saja untuk memiliki keturunan. Kebanyakan dokter telah kehilangan ‘jiwa’ dan idealismenya. Mereka tidak lagi sabar mendengarkan dan menggali keluhan pasien, yang dapat membantu mereka mendiagnosa gejala-gejala yang dialami pasien dengan teliti. Mereka lebih suka langsung mengarahkan pasiennya untuk mengkonsumsi obat-obatan, yang ternyata belum tentu cocok untuk kebanyakan kasus, atau melakukan tes ini itu, yang memerlukan biaya besar dan membuat pasien tidak nyaman karena harus mengorbankan privacy-nya untuk pemeriksaan ‘dalam’.

Pernyataan Sami ini di-amin-i oleh Randine Lewis di bukunya, Infertility Cure, yang menyebutkan bahwa sebetulnya masalah-masalah kesuburan dapat didiagnosa dari luar tanpa harus melakukan pemeriksaan dalam, baik untuk pasien laki-laki ataupun perempuan. Kuncinya adalah sinergi antara dokter dan pasien, ketelatenan dokter untuk menggali informasi dari pasien dan memperhatikan pasien, juga kesensitifan pasien dalam merasakan gejala-gejala fisik yang dialaminya.

Memang, Sami mengakui bahwa teknologi kedokteran telah membantu banyak pasien, dan ia pun untuk kasus-kasus yang betul-betul parah merujuk pasiennya untuk melakukan inseminasi atau IVF. Tapi dari statistiknya, hanya kurang dari setengah jumlah pasiennya yang ia resepkan obat kesuburan. Itu pun dengan dosis seperempat dari yang biasa diberikan oleh dokter-dokter lain. Dan hanya 10% pasiennya yang naik ke meja operasi. Sisanya? Saya kagum ketika membaca buku ini, karena banyak contoh pasien yang ditangani Sami, berhasil hamil hanya dengan tips-tips sederhana darinya. Mulai dari berhenti menggunakan deodorant, berhenti memakan sea food tertentu, mengubah posisi berhubungan dan sebagainya. Luar biasa kan?

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mencoba untuk berkonsultasi kandungan ke dokter kandungan. Sang dokter tanpa babibu dan tanpa bertanya macam-macam langsung meminta saya untuk melakukan pemeriksaan dalam. Selain itu ia juga meresepkan berbagai macam obat kesuburan dan suplemen, yang saya tidak ketahui kandungannya, yang harganya super mahal. Setelah bulan depan ternyata saya tidak hamil, ia meminta saya untuk melakukan pemeriksaan yang lebih dalam lagi. Ia tidak bertanya sama sekali tentang gaya hidup saya, pola makan, kondisi menstruasi saya dan sebagainya. Bahkan waktu saya bercerita bahwa obat-obatan yang ia beri membuat badan saya tidak enak pun ia mengabaikannya. Ia terus memberikan obat-obatan itu dan bahkan menambah variasinya. Mungkin waktu itu memang saya salah. Saya tidak datang ke dokter, tapi alih-alih ke dealer obat. Kasian deh…

Anyway, sekarang saya dan suami memutuskan untuk melakukan program hamil alami ini dan pastinya terus berdoa memohon kepada Allah SWT. Cukup sudah dengan dokter (btw saya ga cuma ke satu dokter, tapi dua. Dua-duanya mengecewakan). Kalau program hamil ini berhasil alhamdulillah, kalau belum toh saya merasakan peningkatan kesehatan dan merasa positif. Untuk program-program ‘modern’ seperti inseminasi atau bayi tabung, saya tidak, atau mungkin belum, tertarik sama sekali. Saya lebih percaya agar bisa hamil badan ini harus sehat, nyaman, santai dan bebas stress. Bukan malah dibuat sakit dan tertekan karena bermacam obat-obat kimia dengan efek sampingnya masing-masing, bagian private yang diobok-obok, biaya yang mahal dan belum tentu sukses pula. Saya bukan kelinci percobaan.

Mengutip kata-kata Sami di dalam bukunya:

Let technology work wonders for those who need it. Let nature work its wonders for those who don’t.

Saya yakin saya berada di kategori yang belum memerlukan bantuan teknologi. Insya Allah doa kami akan terkabul. Kalau bukan di dunia, menjadi tabungan kami di akhirat nanti. Allah SWT Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-hambanya.

2 thoughts on “Sami S. David MD

  1. dinda

    mbk boleh kenalan ta? oh ya untuk obat herbal yang mengandung vitex aku udah nemuin loh…kompisisine lumayan..aq masih belum abis satu botol yg isine 90 btr, jd belum tau hasille( hamil ).tp di badan ada efeknya…jd ga mudah capek loh, berat badan nambah (dikit)….mbk klo bisa minta kontak nya ya… spy bisa share…ato facebooknya…
    Trims

    Reply
    1. sheislammie Post author

      Hai dinda…Boleh dong kenalan🙂. Kamu nemu vitex di mana? Apa merknya? Aku sekarang lagi minum yang blackmores, titip dari saudara di Australia. Btw di toko obat china juga ada loh, namanya mang zi ji (kalo ga salah :P), harganya juga muraaaah, cuma Rp.2500/40 gr. Tapi emang masih dalam bentuk asli jadi musti direbus dulu.

      Alamat emailku aku PM ya🙂.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s