BBT Chart

BBT (Basal Body Temperature) adalah suhu badan di saat kita sedang beristirahat. Awalnya saya mengira kalau mencatat BBT pada sebuah BBT chart cuma bermanfaat untuk mengetahui hari ovulasi aja. Tapi ternyata BBT chart jauh lebih canggih daripada itu, karena BBT chart juga bisa mendiagnosis masalah-masalah kesuburan kita. Apabila kita rajin mencatat BBT, kita akan bisa melihat pola siklus kita setiap bulan. BBT chart yang normal seharusnya terlihat kurang lebih seperti ini:

Dari diagram ini bisa terbaca, jika kita tidak memiliki masalah kesuburan, temperatur kita akan rendah sebelum masa ovulasi (disebut juga fase folicullar, fase di saat tubuh mempersiapkan sel telur), dan mencapai titik terendahnya di masa ovulasi. Ini disebabkan oleh hormon estrogen yang ‘memerintahkan’ tubuh untuk menyiapkan tempat yang nyaman dan sperm friendly. Kalau pada fase ini suhu tubuh terus tercatat, maka masalahnya adalah over heat dan telur tidak akan terbentuk sempurna.

Setelah masa ovulasi atau juga disebut fase luteal, hormon progesteron akan membuat temperatur tubuh meningkat, yang berfungsi untuk mempertahankan sel telur yang sudah dibuahi. Fase luteal ini berlangsung selama 10-16 hari. Jika pada fase luteal suhu tubuh terus meningkat hingga hari ke 18, maka kemungkinan besar kehamilan terjadi. Sebaliknya, jika pada fase luteal suhu tubuh menurun, atau naik turun ga jelas, itulah yang disebut ‘luteal phase defect’. Kalau sepanjang chart diagram terlihat naik turun dan tidak ada tanda-tanda ovulasi sama sekali, bisa jadi itu adalah tanda-tanda PCO ( Polycystic Ovarian Syndrome-tidak terjadinya ovulasi).

Jadi cukup jelas kan bagaimana BBT chart bisa membantu kita mendiagnosa masalah dan insya Allah mengatasi masalah itu. Apabila kita melakukan program hamil, progres kita setiap bulan juga akan dapat terukur dengan membandingkan BBT chart dari siklus setiap bulan. Bagaimana kalau BBT chart kita terlihat normal, tapi kehamilan tidak kunjung terjadi? Nah, kemungkinan berarti masalah ada di suami dan bukan di istri.

Menurut saya, mencatat BBT adalah hal pertama yang harus dilakukan oleh dokter kandungan ketika pasien datang untuk berkonsultasi tentang masalah infertility. Itu akan sangat membantu dokter dan pasien untuk mengetahui masalah tanpa perlu pemeriksaan dalam yang berbiaya tinggi dan sangat amat menyebalkan.

Untuk mencatat BBT kita memerlukan:

1. Konsistensi, kesabaran dan pikiran positif, karena suhu tubuh harus langsung dicatat begitu kita membuka mata. Jangan bangun, usahakan jangan bergerak terlalu banyak, sambil berbaring langsung ambil termometer dan ukur suhu tubuh. Ya ya emang agak ribet, tapi lama-lama pasti terbiasa kok.

2. Termometer digital. Sebetulnya ada termometer khusus untuk mencatat BBT yang bisa mengukur suhu sampai 2 angka di belakang koma. Tapi saya belum nemu yang menjualnya di Indonesia. Jadi, pakai termometer digital yang banyak dijual di pasaran aja.

3. Template BBT chart. Bisa di download gratis di berbagai website. Saya sendiri memakai yang ini.

4. Pulpen

Caranya:

1. Simpan poin no. 2-4 di dekat tempat tidur, di tempat yang paling mudah diraih pada saat kita berbaring.

2. Jumlah tidur yang diperlukan supaya BBT yang dicatat akurat adalah minimal 4-5 jam. Sangat disarankan untuk kita yang ingin mencatat BBT untuk tidur dan bangun di waktu yang sama. Kalau saya, karena kadang-kadang tidak memungkinkan (terutama waktu tidur), jadi saya berusaha mengingat waktu tidur saya setiap hari, dan ketika bangun menghitung jumlah jam tidur saya. Terus hitung berdasarkan rumus ini:

Kalau kita bangun kepagian, tambahkan 0.1 derajat untuk setiap 1/2 jam dari suhu yang dicatat termometer.
Kalau kita bangun kesiangan, kurangi n 0.1 derajat untuk setiap 1/2 jam dari suhu yang dicatat termometer.

Misalnya acuan waktu tidur kita 5 jam, tidur jam 11 malam dan bangun jam 4 pagi. Pada saat kita bangun jam 3.30 dan termometer mencatat 36.3, catat menjadi 36.4. Nah, pada saat kita bangun jam 5.00 dan termometer mencatat 36.7, catat menjadi 36.5.

Gampang kan?

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s