Waspada Xenoestrogen! (Part 1)

Kalau melihat BBT chart bulan ini, rasanya saya masih harus bersabar untuk menunggu kehamilan terjadi. Kenapa? Karena grafik di fase luteal saya kacau kacau kacau! Bahkan lebih kacau dari bulan lalu. Bulan lalu, suhu tubuh saya terus meningkat sampai di suatu hari menurun yang menandakan kehamilan tidak terjadi. Tapi bulan ini, suhu tubuh saya naik turun ga jelas jadi bentuk BBT chart saya mirip kaya gigi gergaji. Sedihnya :'(…

Saya heran kenapa itu terjadi. Karena di awal cycle saya mengevaluasi program bulan lalu dan berusaha untuk memperbaikinya bulan ini. Saya berusaha lebih disiplin memakan makanan sehat, dan menambah beberapa herbal yang kira-kira dibutuhkan menurut buku Infertility Cure. Qi gong dan olahraga ringan juga hampir ga pernah absen setiap harinya. Jadi mustinya, biarpun kehamilan tidak terjadi (karena bisa aja kehamilan tidak terjadi karena salah prediksi hari ovulasi dsb), mustinya BBT chart saya menunjukkan kemajuan. Akhirnya karena itu saya berusaha mengingat-ingat lagi peristiwa bulan ini.

1. Saya pulang ke rumah orang tua saya karena adik menikah. Apakah bepergian dengan pesawat terbang ada pengaruhnya? Rasanya engga deh. Wong di pesawat cuma duduk doang. Penerbangannya juga cuma satu setengah jam.

2. Di rumah orang tua saya apakah saya kebablasan ga makan sehat karena makanan-makanan enak yang berseliweran? Engga juga, karena orangtua saya juga berusaha menerapkan pola makan yang sehat. Banyak sayur, minim gorengan, kurang lebih sama seperti program diet yang saya jalani. Malah lebih bagus dan lebih terkontrol.

3. Apakah karena sepatu hak tinggi yang saya pakai sepanjang resepsi pernikahan adik? Mmmmm….mungkin….tapi masa sih? Ga lebih dari 3 jam kok pakainya. Setelah itu juga pegal-pegalnya ga berbekas sama sekali.

4. Stress pekerjaan sedang lumayan tinggi. Apakah ada pengaruhnya? Bisa ya bisa engga. Karena biarpun begitu istirahat saya ga keganggu, lagian kalau pas lagi ga stress juga ga hamil-hamil tuh…

Jadi apa dooong? Saya udah nyaris putus asa karena masa sih dengan gaya hidup sehat yang saya jalani ditambah asupan herbal dan suplemen, kok yang didapat malah kemunduran dan bukan kemajuan? Whyyyyy? Whyyyyyy??

Tapi tunggu….Kalau saya ingat-ingat, di bulan pertama program ini, selain berusaha menjaga tubuh sehat dengan makanan, suplemen, dan olahraga, saya juga berusaha seminim mungkin menggunakan zat-zat kimia di kehidupan sehari-hari, seperti yang paling dekat dengan dunia perempuan, skincare product dan kosmetik. Sebenarnya ini ga susah, karena sudah beberapa bulan ini saya berganti produk sabun, shampoo dan sunblock ke produk organik. Saya merasa cocok dengan produk ini karena sabunnya dapat melembabkan kulit sehingga saya ga usah pakai body lotion atau krim pelembab apa-apa lagi.

Nah di sini rasanya sumber permasalahannya. Waktu mens kemarin, muncul 3 biji jerawat di wajah saya. Saya pikir, ih ga lucu deh kalau di pernikahan adik yang pasti ada sesi foto keluarganya, wajah saya berjerawat. Saat itu akhirnya saya memakai lagi krim malam (formulasi dokter) yang selama bulan pertama program ga saya sentuh sama sekali. Krim ini oke banget untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya dalam waktu cepat. Saking okenya, saya sekeluarga menyebut krim ini ‘Magic Cream’. Kadang-kadang saya heran betapa powerfulnya krim ini. Bekas jerawat hilang dalam hitungan hari. Dan kalau pada malam hari saya memakai krim ini, keesokan harinya pasti kulit wajah saya menjadi sangat kinclong. Bener deh…I used to love magic cream so much!

Sekarang? Sekarang ‘Magic Cream’ menjadi tersangka utama penyebab BBT chart saya berantakan. Karena saya ingat di buku ‘Making Babies ada contoh kasus dimana Dr. Sami menganalisa masalah pasiennya dan meminta pasiennya untuk menghentikan produk deodorant, atau berhenti mengkonsumsi jenis sea food tertentu, memasang filter air pada sumber air minum, karena khawatir kandungan logam berat yang bersembunyi di sana yang menyebabkan kehamilan terhambat. Setelah sang pasien mengikuti saran beliau, betul deh, kehamilan akhirnya terjadi.

Oh Magic Cream, kau  musuh dalam selimut!!!

Weekend kemarin saya menghabiskan waktu mencari artikel di internet tentang bahan-bahan kosmetik yang berbahaya dan pengaruhnya terhadap kesuburan (sebenarnya di buku Making Babies juga ada pembahasannya). Ternyata, sebagian besar produk kecantikan dan rumah tangga yang beredar di pasaran, memang mengandung bahan-bahan berbahaya, terutama paraben dan phtalates yang dapat mempengaruhi produksi hormon.

Singkatnya begini, ada dua jenis hormon yang dibutuhkan oleh sistem reproduksi perempuan, estrogen dan progesteron. Estrogen bekerja dari hari pertama menstruasi hingga ovulasi, sedangkan progesterone bekerja setelah masa ovulasi. Ketidakseimbangan hormon ini dapat menganggu kesuburan. Kelebihan suplai estrogen mengakibatkan progesteron tidak dapat diproduksi maksimal, itulah salah satu penyebab luteal phase defect.

Paraben, phatalates dan beberapa zat kimia lain, mengandung xenoestrogen yaitu estrogen palsu, sehingga bisa ditebak apabila terekspos kepada mereka yang telah memiliki tingkat estrogen tinggi, akan menjadikan kandungan estrogen di tubuhnya berlebihan dan membuat progesterone tidak terproduksi. Apabila masalah ini tidak diatasi, maka kandungan estrogen yang berlebihan akan dapat mengakibatkan penyakit seperti kanker payudara, kista, endometrosis dan sebagainya.

—————-bersambung————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s