70:30

+ Siapaaa yang suka malas kalau ditanya-tanya masalah pribadi terutama masalah kehamilan apalagi sama orang yang baru dikenaaaaal?

– Sayaaaaa…..#ngacung

Kadang-kadang ada waktunya (terutama setiap mens) saya jadi anti-sosial dan ingin menghindar sama sekali dari keramaian. Apakah itu keramaian di dunia nyata ataupun di dunia maya. Kalau lagi sensi, rasanya sesak membuka facebook yang dipenuhi dengan teman-teman yang meng-upload foto-foto anaknya atau mengabarkan berita kehamilan, kelahiran dan sebagainya. Yea whatever!

Kalau lagi sensi, maleeeees gabung di acara keluarga atau kenalan sama orang baru, karena mereka selalu tertarik bertanya masalah pribadi, ‘belum hamil?’, ‘udah berapa tahun nikah?’,’kok belum hamil?’. Ih kamu…mau tauuuu aja…

Tapi dipikir-pikir, rugi ya kalau sensi sendiri. Mending ngajak-ngajak yang lain…hehe becanda deng. Mau sensi atau ga sensi toh dunia terus berputar. Mau sensi atau ga sensi saya tetap ga hamil juga, sementara malaikat pencatat amal baik dan buruk jalan terus. Rugi dong kalau saya dicatat sebagai orang yang suka sirik dan merusak hubungan silaturahmi.

Lama-lama, dengan berjalannya waktu, saya belajar untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu tadi dengan tabah dan terhormat….hahaha, apa coba. Kalau urusan sesek di facebook sih kayanya saya belum nemu jalan keluarnya deh, biarpun ga terjadi setiap saat cuma di waktu-waktu tertentu aja. Anyway, seenggaknya sekarang kalau bertemu dengan kerabat yang udah lama ga ketemu atau kenalan dengan orang baru, saya udah bisa pasang muka lempeng dan dengan senyum manis menjawab, “Iya nih, masih belum dikasih aja. Bantu doain ya!..”.Biasanya dengan menjawab seperti itu, urusan menjadi beres.

Yang menarik -kadang-kadang saya masih suka malas apabila mendapat pertanyaan-pertanyaan seperti itu- ketika saya bersikap terbuka dan menjawab seperti jawaban di atas, sekitar 30% penanya (yang kebanyakan adalah kenalan baru) malah bisa memberikan solusi atau informasi yang saya butuhkan. Bisa jadi mereka sendiri atau kerabat dekatnya juga sedang mengalami masalah yang sama. Obrolan yang malas saya mulai pada awalnya, malah bisa berlanjut dengan saling bertukar tips atau info-info lainnya. Hehe, memang silaturahmi itu melancarkan rejeki ya…

Sisa penanya setelah dikurangi 30% kelompok di atas, biasanya 90% dari mereka akan memasang wajah simpati sambil berkata, “Iya didoakan. Insya Allah segera ya.” Itupun sangat saya apresiasi dan saya amini doanya. Terimakasih ya untuk supportnya. Nah yang 10% terakhir gimana? 10% lagi biasanya adalah penanya pengganggu yang cukup menguji kesabaran saya hehehe. Tapi gapapa, dianggap aja latihan supaya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dan insya Allah jadi penghapus dosa.

Jadi, menghadapi seluruh tipe penanya, tetap nothing to lose kan?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s