Juliana@Bumi Sehat. Hari-1.

Hari Senin kemarin saya mulai treatment kesuburan di Bumi Sehat, Ubud. Memang di sana jadwal untuk akupuntur (khusus perawatan kesehatan umum dan kesuburan) cuma ada hari Sabtu dan Senin. Juliana sudah mewanti-wanti saya untuk datang di pagi hari, sebisa mungkin sebelum waktu praktek mulai yaitu jam 9. Ternyata memang betul, pengunjungnya lumayan banyak, kalau datang kesiangan pasti antrinya lama. Apalagi katanya di hari Sabtu akan lebih banyak lagi pasiennya.

Ngomong-ngomong, sebetulnya saya punya dua pilihan lokasi untuk akupuntur: di Denpasar (ada sinshe perempuan yang direkomendasikan teman) atau di Ubud. Saya merasa lebih sreg untuk program hamil intensif di Ubud, seperti direkomendasikan oleh Ibu Brenda, karena lokasinya ga terlalu jauh dari tempat saya tinggal, daaan Ubud gitu loh. Semuanya serba hijau, serba tenang, udara segar….Cocok deh untuk terapi kesuburanšŸ˜€.

Oiya, Juliana ini asalnya dari Kolombia. Beliau ramaaah sekali. Saya sangat berterimakasih karena dia mau berepot-repot mengabulkan permintaan saya untuk diakupuntur di area yang tertutup (sebetulnya ruangannya ga beda dengan pasien lain, cuma dibatasi partisi aja, tapi tetap harus minta). Sebelum treatment -seperti yang sudah saya pelajari di buku Infertility Cure, SOP untuk pengobatan Cina- ada sesi ngobrol dan diagnosa dulu. Diagnosanya ga pakai USG seperti di dokter kandungan, tapi cuma melihat lidah dan memeriksa denyut nadi. Beberapa topik obrolannya:

  • Sudah berapa lama menikah, dan usaha apa aja yang sudah dilakukan untuk program hamil. Tes apa saja yang sudah dilakukan dsb.
  • Umur, menurut Juliana syukur karena saya menikah cukup muda (24 tahun), jadi sekarang masih berada di umur yang baik untuk hamil.
  • Keluhan fisik secara umum, apakah gampang capek, gampang sakit, cenderung kedinginan/kepanasan, buang air besar teratur, nafsu makan ( kelebihan nafsu makan termasuk masalah ga ya? :D)
  • Keluhan di saat mens, sakit seperti apa yang dirasakan, apakah suka BT, apakah bisa merasakan tanda-tanda sebelum datang bulan.
  • Siklus mens dan tipe darah waktu mens, apakah warnanya, apakah ada gumpalan, apakah ada flek yang berwarna kecoklatan.
  • Pola tidur dan pola makan. …dan masih banyak lagi.

Setelah itu, Juliana meminta saya untuk mengecek harga untuk tes hormon (estrogen, progesterone, LH, FSH, Prolactin), dan apabila masih terjangkau, dia meminta saya untuk mengecek tes hormon komplit, tapi apabila ada masalah dengan biaya bisa dilakukan terpisah. Pengertian sekali ya! Semua tes tersebut dibutuhkan supaya waktu treatment bisa dilakukan lebih efektif, dan insha Allah tidak terlalu lama.

Selain itu dia juga meminta saya untuk melakukan kembali USG intra vagina (eeewwwww ga sukaaa) untuk melihat kondisi telur. Suami juga diminta untuk mengulangi tes sperma-nya, karena terakhir kami melakukan tes-tes ini sekitar 5 tahun yang lalu. Lama juga ya :)? Untuk HSG, Juliana baru akan meminta saya melakukannya apabila masih belum berhasil hamil setelah beberapa bulan menjalani treatment. Saya juga diminta untuk mulai lagi memonitor diri sendiri. Seperti yang pernah dibahas di blog ini, membuat BBT chart, menulis hal-hal yang dirasakan pada saat mens, dan…..(yang belum pernah saya lakukan sama sekali) mengecek lendir vagina.Saya sempat bilang kalau saya agak jijik untuk melakukannya *mau hamil kok nawar*, tapi kata Juliana, di pengobatan Cina tes lendir sangat penting dilakukan karena membantu menentukan masa subur dan mendiagnosa masalah. Caranya, setiap bangun pagi sebelum buang air besar/kecil, colek sedikit Miss V-nya untuk mendapatkan lendirnya, dan lihat deh bagaimana kondisi kekentalannya. Semua itu harus dicatat di bagan ( Juliana memberi templatenya) dan dilaporkan setiap konsultasi. Repot ya…Tapi namanya juga usahašŸ™‚.

Di hari pertama kemarin, Juliana mulai melakukan treatment untuk menutrisi ginjal dan liver saya yang didiagnosa agak lemah. Akupunturnya ditambah juga dengan moksha (jarum yang dipanaskan), durasinya lumayan lama dan bikin saya ketiduranšŸ˜€.Ā Di akhir sesi, Juliana memberi saya resep ramuan yang ga bisa dibaca (karena tulisan Cina) untuk diminum pada saat mens.

Secara keseluruhan, saya merasa sreg memulai program hamil lagi di Bumi Sehat. Suasananya santai, nyaman dan kekeluargaan sekali. Memang kita harus mau bersedia antri dan jangan manja ingin mendapatkan fasilitas premium seperti di dokter kandungan terkenal atau Rumah Sakit. Karena klinik ini memang ditujukan untuk semua kelas masyarakat dan non-profit, jadi fasilitasnya pun seadanya. Tapi semuanya terbayar dengan staf dan volunteernya sangat ramah, dan membuat perasaan lebih relaks. Area kliniknya ga terlalu besar, dan kadang terdengar suara tangisan bayi yang baru berumur beberapa hari. Duuuh seandainya…..T__T. Semoga Allah SWT meridhoi dan mempermudah ikhtiar kami kali ini, dan suatu hari saya akan kembali ke Bumi Sehat lagi, bukan untuk program kehamilan, tapi untuk melahirkan….Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s