Juliana@Bumi Sehat. Hari-2.

Weekend ngapain aja? Saya dong akupuntur…..:D

Hari ini hari ke-2 konsultasi dan terapi dengan Juliana. Saya dan suami juga sudah membawa hasil tes masing-masing. Sebenernya saya baru tes progesterone aja, karena untuk tes hormon lengkap musti nyediain budget yang lumayan besar. Karena ini judulnya program hamil hemat, jadinya tes-nya juga dicicil ya…:)). Selain hasil tes yang baru, kami juga bawa hasil-hasil tes yang dulu (banget) pernah dijalani. Ada HSG, tes prolactin, tes viskositas darah, tes sperma suami, dan catatan dari dokter-dokter sebelumnya. So far so good, kata Juliana. Mungkin untuk prolactin (dari tes beberapa tahun yang lalu) sedikiiit tinggi -berpengaruh pada ovulasi-, dan untuk suami harus diperbaiki jumlah dan motilitas (pergerakan) spermanya.

Beberapa tips dari Juliana:

General:

  • Jangan terlalu capek dan stress. Katanya, pada saat tubuh kekurangan energi, tubuh akan menyalurkan energi yang ada kepada organ-organ yang lebih vital sementara organ-organ reproduksi ada di daftar yang paling bawah. Jadi, kalau tubuh ga fit, kemungkinan besar organ-organ reproduksi ga akan kebagian jatah nutrisinya.
  • Fokus berhubungan di waktu-waktu sangat subur: hari ke 12,14,16, untuk memastikan bahwa sperma betul-betul dikeluarkan saat dibutuhkan. Ga kehabisan amunisi, gitu gampangnya ya😀. Bermesra-mesraan di luar waktu subur dianjurkan, karena itu membantu menstimulasi hormon, buuut keep the sperm inside!😀

Makanan:

  • Jangan makan pedas. Awwwwwwww susahnyaaa. Katanya konsumsi cabe di orang Indonesia memang terlalu banyak. Makanan pedas untuk perempuan ‘berkontribusi’ mengurangi kuantiti lendir serviks di Miss V -yang dibutuhkan untuk membuat daerah reproduksi kita sperm friendly- dan untuk laki-laki akan menghambat pembentukan dan pergerakan sperma.
  • Jangan makan goreng-gorengan dan MSG. Hindari makan di luar yang kita tidak bisa mengontrol kualitas minyak dan kadar MSG-nya.
  • Makan makanan beneran (real food) yang bernutrisi. Hindari makanan instan dan cemilan-cemilan yang ga ada gizinya.
  • Sebisa mungkin perbanyak makan sayur-sayuran organik yang bebas pestisida.
  • Minum suplemen zinc yang membantu pembentukan telur dan produksi sperma, dan juga vitamin C untuk daya tahan tubuh.
  • Pastinya….minum herbal China sesuai resep.

Hubby:

  • Jangan memakai underwear yang terlalu ketat, karena sifat alami dari sistem reproduksi pria adalah ‘dia’ harus tergantung bebas. Sirkulasi udara dan darah di area tersebut musti sangat mengalir.
  • Jangan mandi air panas. Jangan menyentuhkan air panas di ‘area’ itu. Jangan sampai kepanasan itu intinya. Naik motor juga ternyata berpengaruh loh…Kalau kata Juliana, naik sepeda lebih sehat karena jok-nya ga terkena panas mesin. Hubby memang hobi naik sepeda, kadang-kadang beliau juga naik sepeda ke kantor. Tips dari Juliana, posisikan sadel bagian depan agak ke bawah dan usahakan menghindari guncangan, atau berdiri di atas pedal pada saat bersepeda di jalan yang ga terlalu rata.

Me:

  • Disiplin cek lendir mucus dan temperatur setiap hari. Yes Mam!
  • Saya juga sempat menanyakan, kenapa pola mens saya berubah. Biasanya di hari ke-5, darah yang muncul cuma sekedar flek-flek pertanda mens akan segera berakhir, tapi bulan ini, di hari ke-5, darahnya masih lumayan banyak. Kata Juliana, itu wajar, karena memang salah satu fungsi herbal yang diresepkan kemarin adalah untuk membersihkan kandungan. Jadi, darah yang keluar pun lebih banyak daripada biasanya.

Setelah ngobrol-ngobrol dan berkonsultasi, pastinya sesi selanjutnya adalah akupuntur. Biarpun hari ini volunteer accupunturist di Bumi Sehat sudah banyak yang pulang kampung ( atau pulang negara :D) ke negaranya masing-masing, dan Juliana harus berjibaku sendirian, tapi pelayanannya tetap sangat ramah dan profesional. Salut!

Hari ini Ibu Robin Lim juga kelihatan mondar-mandir di klinik, mengantar beberapa tamu asing yang tertarik mengamati aktivitas di sana. Kami datang agak kepagian karena menghindari antrian yang terlalu panjang. Awalnya saya ngerasa kasihan dengan suami yang harus nunggu agak lama. Tapi waktu saya tawarkan, apakah mau jalan-jalan di Ubud, daripada nunggu di klinik, beliau malah bilang, “Gak apa-apa, udah lama ga menikmati suasana rumah kampung kaya di sini. Ada suara ayam, anak kecil nangis, dan orang-orang ngobrol pakai bahasa daerah…”. Nah loh, jangan-jangan nanti malah susah diajak pulang nih suamiku, karena berasa lagi di rumah nenek😀.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s