Luteal Phase – 1st Cycle Program With Juliana

Hai….

Lagi ngapain? Nunggu update blog-kah?😀
Berhubung tinggal di Bali, harap maklum kalau di musim liburan selalu banyak kerjaan tambahan jadi tour guide untuk saudara atau teman yang berkunjung. Ngeblognya jadi ikutan libur deh….

Ngomong-ngomong saya ga jadi tes follicle minggu lalu. Ternyata ginekolog yang saya kunjungi ga menerima jasa USG transV, walaupun beliau sangat mendukung saya untuk treatment di Bumi Sehat. Katanya, lebih baik saya langsung ke ginekolog khusus fertility supaya USG-nya bisa lebih detail dan teliti. Sayangnya di Bali belum ada dokter ginekolog spesialis fertility yang perempuan :((. Yaaaaah terpaksa deh terpaksa…..Tapi karena ‘kesibukan’ tour guiding dan ga sempat survey-survey ginekolog, jadinya USG transV-nya harus ditunda bulan depan deh.

Seperti biasa, fase-fase luteal adalah fase-fase yang paling mengkhawatirkan untuk saya. Dan betul aja, BBT chart saya menunjukkan diagram yang ga menggembirakan.

resep_0001

Di grafik ini kelihatan suhu terendah saya ada di hari ke-13 (dihitung dari awal menstruasi). Ini berarti, tubuh sudah mempersiapkan diri untuk ovulasi. Pada perempuan yang normal, setelah ovulasi terjadi, seharusnya temperatur meningkat karena aktifnya hormon progesteron (lihat garis merah), dan akan terus meningkat apabila kehamilan terjadi. Sementara karena saya tidak normal, suhunya terlihat stagnan dan ga naik-naik sampai tadi pagi😦.

Menurut Juliana, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Kemungkinan pertama adalah saya tidak berovulasi, dikarenakan tidak adanya sel telur yang matang. Kemungkinan kedua adalah hormon progesteron saya bermasalah. Padahal waktu cek lab bulan lalu progesteron saya normal loh. Itulah kenapa saya WAJIB melakukan follicle test bulan depan di hari ke 12 (untuk mengetahui ada/tidaknya sel telur), dan di hari ke 16 (untuk mengetahui apakah saya berovulasi atau tidak).

Juliana menghibur saya dengan mengatakan bahwa tidak perlu stress dengan hasil diagram ini ( ya karena stress lebih buruk pengaruhnya daripada makanan pedas dan gorengan kan? :D). Justru diagram ini bisa memberi informasi lebih jelas tentang masalah kandungan saya. Juliana mengatakan bahwa saya terdeksi qi definiency dan qi stagnation (bahasa gampangnya: kekurangan energi tubuh dan energi tidak mengalir dengan baik). Untuk itu, ada beberapa hal yang akan dilakukan untuk siklus bulan depan:

  • Follicle test. (Semoga hasilnya ga terlalu bermasalah)
  • OLAHRAGA! Juliana betul-betul menekankan bahwa saya harus berolahraga untuk mengatasi masalah qi stagnation. Olahraganya juga harus olahraga betulan dan bukan sekedar jalan-jalan atau bergerak seadanya. Setelah menstruasi hingga ovulasi, Juliana menyarankan saya untuk olahraga cardio (boleh high impact) seperti jogging, lompat tali, berenang, bersepeda. Sedangkan setelah masa ovulasi, olahraga high impact tidak boleh dilakukan. Pilihan olahraganya antara lain adalah yoga, taichi, qi gong, pilates dan sebagainya.
  • Mengatur pola makan yang menutrisi tubuh. Juliana menyarankan saya untuk memasak ayam kampung. Ayam kampung direbus dengan api kecil dalam jangka waktu agak lama, terus dimakan deh sekaldu-kaldu dan sedaging-dagingnya. Pastinya bisa ditambahkan bumbu sesuai selera ya. Tapi jangan pakai MSG loh! Sebetulnya di pasaran ada juga kan suplemen chicken brand, tapi harganya mahal, dan menurut saya, enakan bikin sendiri yang aslinya bukan?
  • Untuk bulan depan resep-resep herbalnya juga akan dimodifikasi. Saya sudah cerita belum ya kalau resep herbal yang diberikan Juliana berbeda untuk masing-masing fase. Ada herbal untuk menstruasi, pre-ovulasi, dan post-ovulasi. Suami juga harus minum herbal juga, karena jumlah dan motilitas sperma-nya kurang memenuhi standar.

Poin tambahan untuk saya, pastinya lebih banyak berdoa. Karena at the end, human cannot create human.

Bukannya saya ga suka setiap minggu berkunjung ke Bumi Sehat. Tapiiii ingin deh ke Bumi Sehat bukan untuk mengatasi masalah kesuburan, tapi untuk melahirkan. Kabulkan ya Allah. Aamiin.

Ganbatte!

One thought on “Luteal Phase – 1st Cycle Program With Juliana

  1. lanie

    Mbak,,saya mau nanya bole ya,udh brp lama nikah mbak? Haidnya teratur apa gak? Saya udh 3 thn nikah blm punya anak.udh berobat juga sana sini.haid saya gak teratur suami juga spermanya kurang bagus,,gmana ya caranya bsa konsultasi ama mbak juliana,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s