Yang hangat, yang hangat…

Salah satu hal yang disarankan pada saat program kehamilan adalah menjaga kondisi tubuh tetap hangat. Mirip lah kurang lebih teorinya sama ayam, kalau mau punya anak telurnya harus dierami supaya hangat😀. Makanya kalau lagi program hamil, apalagi yang suhu badannya relatif rendah seperti saya, ga boleh makan atau minum yang dingin-dingin. Ga ada alasan biarpun udara sepanas di Bali. Minimal makanan atau minuman yang dikonsumsi harus di suhu ruang, ga boleh langsung dari kulkas apalagi pakai es. Teorinya, tubuh kita ga bisa langsung mencerna makanan/minuman yang terlalu dingin, jadi tubuh harus menghangatkannya dulu, dan dalam proses menghangatkan itu butuh energi yang besar. Jadi, makanan/minuman dingin akan menguras energi kita terlalu banyak. Terutama di masa-masa setelah ovulasi, di mana temperatur tubuh diharapkan naik terus.

Pada waktu di akupuntur, biasanya Juliana akan menggunakan moksa untuk menghangatkan tubuh pasiennya. Moksa adalah semacam tembakau yang akan ditempelkan ke ujung jarum dan kemudian dibakar untuk menghantarkan panas ke tubuh.

Seperti ini nih fotonya:

Horor ga ngelihatnya? Tapi rasanya enak kok…Badan jadi hangat setelah akupuntur plus moksa. Sebetulnya metoda moksa macam-macam, ada juga garam moksa, yakni antara kulit dan moksa perantaranya bukan jarum, tapi garam, jadinya panasnya lebih cepat mengalir ke tubuh.

Sebetulnya Juliana menyarankan saya untuk melakukan moksa sendiri di rumah untuk menghangatkan area sekitar perut. Cuma, saya pikir-pikir, males juga. Abunya kemana-mana, belum lagi asapnya. Bisa bau banget deh rumah kalau saya moksa setiap hari. Alternatifnya, ada juga yang lebih modern, yaitu pakai lampu infrared.

Pengen sih beli…Tapi harganya lumayan, sekitar 400-500 rb. Mengingat bulan ini pengeluaran untuk baby program sudah lumayan buanyaaaaak (beli herbs, progesterone cream, vitamin) belum lagi pengeluaran non program hamil, jadi kayanya ditunda dulu deh….Mungkin kalau bulan depan masih belum hamil (semoga ga kejadian hihihi) insha Allah akan dialokasikan dana untuk beli lampu ini. I think it’s worth the price.

Jadi sementara, kita pake yang gratisan aja ya: SUNSHINE!!! hehehe….

Setiap pagi untuk menghangatkan perut, saya biasanya jemuran sekitar 15-20 menit. Sebetulnya ga bisa dibilang jemuran juga sih karena dilakukan indoor. Alhamdulillah rumah saya menghadap ke timur (kriteria pertama waktu mau beli rumah :D), jadi matahari pagi bisa bebas masuk ke rumah. Tahu ga, jemuran ini bagus loh untuk yang lagi pada program hamil. Vitamin D adalah salah satu vitamin yang dibutuhkan untuk menghasilkan telur yang sehat. Bisa sih didapat dari susu, tapi susu jaman sekarang kan sudah jarang yang organik, dan tetap sumber terbesar vitamin D adalah sinar matahari. Katanya, untuk kamu-kamu yang PCO, vitamin D akan membantu menormalkan ovulasi bulanan. Untuk yang suaminya bermasalah dengan sperma, ayo mulai besok tarik ke halaman untuk berjemur, karena vitamin D juga akan meningkatkan konsentrasi+motilitas sperma.

And the best of all, it’s free! Jadi hitam…siapa takut (kan mau hamil :D)…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s